Orang Tua Tidak Mendukung Hijrah, Bagaimana Sikap Kita Seharusnya?


[ Kita Muslim ] - Ketenangan yang hakiki sejatinya kita dapatkan ketika semakin dekat dengan Allah Ta’alaa, menjalankan segala apa yang diperintahkan oleh-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Bukan tanpa alasan, Allah memang mengkaruniakan ketenangan lahir dan batin yang berbuah kebahagian hidup serta jaminan keselamatan di dunia dan akhirat bagi hamba-Nya yang istiqomah melakukan kebaikan dan ketaatan.

Apabila kita belum berada di jalan kebenaran, maka kebahagiaan, ketenangan dan keselamatan itu belum tentu kita dapatkan seutuhnya selain dengan jalan hijrah atau berubah menjadi seseorang yang kemudian taat dan menjadi pribadi yang lebih baik dalam hal iman dan juga amal perbuatan.

Menelusur pengertian hijrah, secara bahasa, hijrah artinya berpindah. Sementara itu dalam konteks sejarah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam bersama para sahabat dari Makkah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, berupa akidah dan syari’at Islam.



Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim adalah yang membuat orang-orang muslim yang lain selamat dari lisan dan tangannya. Adapun orang yang berhijrah adalah orang yang hijrah meninggalkan larangan-larangan Allah” (HR. Bukhari)

Hal yang seringkali menjadi pertanyaan, apakah Allah akan menerima hijrah seseorang yang masa lalunya begitu kelam? Perhatikanlah firman Allah berikut, dimana disebutkan dengan jelas bahwa siapa saja yang mau berhijrah, Allah akan menerima hijrahnya.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

Alasan utama kita berhijrah tentu karena tugas utama diciptakannya kita ke alam dunia ini karena hanya untuk beribadah kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ



“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Allah tidak menciptakan kita sia-sia, pasti ada suatu perintah dan larangan yang mesti kita jalankan dan mesti kita jauhi. Allah Ta’ala berfirman,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minun: 115).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan, “Apakah kalian diciptakan tanpa ada maksud dan hikmah, tidak untuk beribadah kepada Allah, dan juga tanpa ada balasan dari-Nya?” (Madarij As-Salikin, 1: 98)

Jadi, beribadah kepada Allah adalah tujuan diciptakannya jin, manusia dan seluruh makhluk. Makhluk tidak mungkin diciptakan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang. Allah Ta’ala berfirman,

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS. Al-Qiyamah: 36).

Imam Asy Syafi’i mengatakan,

لاَ يُؤْمَرُ وَلاَ يُنْهَى

“(Apakah mereka diciptakan) tanpa diperintah dan dilarang?”.

Ulama lainnya mengatakan,

لاَ يُثاَبُ وَلاَ يُعَاقَبُ

“(Apakah mereka diciptakan) tanpa ada balasan dan siksaan?” (Lihat Madarij As-Salikin, 1: 98)

Setelah mengetahui alasan utama kenapa kita harus berhijrah menjadi pribadi yang lebih taat kepada aturan-Nya, maka hal lain yang seringkali menjadi alasan terhambatnya hijrah itu adalah tidak adanya dukungan dari orangtua. Hal pertama yang harus disadari, bahwa kita diperintahkan untuk berbakti kepada kedua orangtua. Allah Ta’alaa berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali” (Luqman : 14)

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan jika keduanya memaksamu mempersekutukan sesuatu dengan Aku yang tidak ada pengetahuanmu tentang Aku maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu maka Aku kabarkan kepadamu apa yang kamu kerjakan” (Luqman : 15)

Berbakti dan taat kepada orang tua terbatas pada perkara yang ma’ruf. Adapun apabila orang tua menyuruh kepada kekafiran, maka tidak boleh taat kepada keduanya. Allah berfirman.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا

“Dan Kami wajibkan kepada manusia (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…” (Al-Ankabut : 8)

Jelas sekali bahwa ketika hijrah tidak didukung orangtua, pertama kita harus tetap berbuat makruf kepada keduanya dan menjelaskan secara perlahan alasan hijrah yang dilakukan oleh kita tersebut. Jika mendapat pertentangan dan malah menyuruh kita untuk mempersekutukan Allah, maka kita sebagai anak tidak boleh mengikutinya dan mohonlah pertolongan kepada Allah karena Dia-lah yang Maha Membolak-Balikan Hati. Tetaplah berbuat baik kepada keduanya dan jangan pernah bosan untuk menyampaikan alasan hijrah dengan cara yang makruf.

Untuk lebih lengkapnya bisa disimak video berikut.

Wallahu a’lam bish shawab.

Penulis : Dewi K Mujahidah
Sumber : hijaz.id